Membantu kucing dan anjing menjalani kehidupan yang paling sehat.

(oleh @belaca) Memelihara Anak Kucing: Memenuhi Kebutuhan Unik pada Setiap Tahap Pertumbuhannya

Kontributor: Bela Citra Aqidah dari Universitas Gadjah Mada

Memenuhi Kebutuhan Unik pada Setiap Tahap Pertumbuhannya 

Mengadopsi anak kucing atau memelihara induk kucing dengan anak-anaknya yang baru saja lahir memang terdengar rumit. Namun, apabila dilakukan dengan benar, sebenarnya memelihara anak kucing merupakan proses yang sangat menyenangkan. Ada pembelajaran tersendiri di setiap tahap pertumbuhannya, dan ada kepuasan tersendiri menyaksikannya tumbuh dan berkembang dengan sehat.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memelihara anak kucing, diantaranya adalah nutrisi, kesehatan, dan perilaku. Pada setiap tahap pertumbuhan anak kucing terdapat kebutuhan nutrisi dan kesehatan yang berbeda, maka hal pertama yang harus Anda ketahui adalah bagaimana caranya menentukan usia anak kucing. Setelah usia diketahui dan tahap pertumbuhan dapat ditentukan, pemeliharaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kucing pada tahap pertumbuhan tersebut.

Inline Image 2

Usia 0 Minggu (Newborn)

 

Menggemaskan dan rapuh, anak kucing yang baru saja lahir disebut juga sebagai Newborn Kitten. Pada tahap pertumbuhan ini anak kucing memerlukan induknya setiap waktu. Apabila tidak ada induknya, maka anak kucing pada tahap pertumbuhan ini membutuhkan perhatian yang lebih dan cara pemeliharaan yang khusus.

Pertama, ketahui dulu ciri-cirinya. Tubuhnya masih sangat kecil dan kemerahan, dengan lapisan rambut yang tipis. Matanya masih menutup dan telinganya masih terlipat menempel ke kepala. Pada perutnya masih dapat ditemukan umbilical cord atau tali pusar. Jangan menggunting tali pusar, nantinya tali ini akan lepas sendiri dalam waktu sekitar 8 hari. Anak kucing pada usia ini belum memiliki gigi sama sekali dan kukunya baru mulai tumbuh dan belum bisa dilipat ke dalam kakinya. Kucing pada tahap ini belum dapat berjalan, hanya bisa menggeliat dan menggerakan tubuhnya.

·         Nutrisi: Anak kucing pada usia ini masih bergantung pada induknya untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisinya. Kolostrum dan protein pada susu induknya membantu sistem imunnya dan mendukung pertumbuhannya. Nutrisi induk saat periode menyusui  harus dijaga, selalu sediakan makanan tinggi kalori dan padat nutrisi seperti Royal Canin Mother & Baby Cat. Dalam kasus dimana tidak ada akses ke susu induk, anakan kucing perlu diberikan susu pengganti khusus anakan kucing seperti Royal Canin Babycat Milk.

·         Kesehatan: Berat badan anak kucing pada usia ini adalah 50-150 gram. Apabila ia sehat dan nutrisinya terpenuhi, berat badannya seharusnya bertambah secara berkala. Anak kucing pada usia ini belum mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri, maka pastikan ia selalu dekat dengan induknya atau sediakan penghangat baginya. Lingkungan bagi anak kucing di usia ini harus hangat, nyaman, dan bersih. Pada usia ini anak kucing juga belum memiliki refleks membuang air besar sendiri. Oleh karena itu induk kucing akan membantunya buang air besar dengan cara menstimulasinya dengan menjilat bagian perutnya. Dalam kondisi dimana induk kucing tidak ada, manusia harus menggantikan fungsi tersebut dengan mereplika stimulasi yang diberikan induk kucing menggunakan handuk lembab yang hangat. Stimulasi anak kucing beberapa saat setelah ia minum susu. Lakukan dengan gerakan mengelus lembut di bagian perutnya tepat di bawah pusar. Selain cara pemeliharaan yang benar di rumah, kunjungan ke dokter hewan pada usia ini juga penting karena dapat membantu memastikan tidak adanya kecacatan lahir dan memastikan bahwa kondisi anak kucing sehat dan pertumbuhannya normal.

·         Perilaku: Anak kucing pada usia ini harus selalu berdekatan dengan induk dan saudara-saudaranya. Ia menghabiskan waktunya untuk makan dan tidur. Walaupun belum dapat melihat dan mendengar, anak kucing pada usia ini akan berperilaku waspada ketika dipegang oleh manusia. Hal ini ditunjukan dengan gerakan menggeliat dan membuka mulut, terkadang mengeluarkan suara.

Usia 1-4 Minggu (Neonatal)

Anak kucing usia 1-4 minggu berada pada tahap pertumbuhan Neonatal. Pada tahap ini anak kucing yang sehat akan mulai memunculkan perilaku ingin tahu. Walau masih bergantung pada induknya, anak kucing di tahap ini sudah aktif bergerak dan senang berinteraksi. Meskipun begitu, pemeliharaan anak kucing di tahap ini tetap membutuhkan perhatian lebih dan ketelatenan.

Yuk kenali dulu ciri fisiknya. Tubuhnya masih kecil, namun rambutnya mulai tumbuh lebih tebal dan terlihat bersih dan halus. Apabila terdapat kebotakan di beberapa area, luka, atau terlihat kotor, segera periksakan ke dokter hewan. Mata dan telinganya perlahan mulai membuka dan mulai berfungsi. Pada perutnya tidak ada lagi umbilical cord atau tali pusar. Anak kucing pada usia ini mulai mengalami pertumbuhan gigi-gigi pertamanya. Kakinya mulai memiliki kekuatan untuk mengangkat tubuhnya, sehingga ia mulai dapat berjalan walau belum stabil. Pada akhir tahap neonatal kucing sudah lancar berjalan.

·         Nutrisi: Pada tahap pertumbuhan ini anak kucing masih sepenuhnya bergantung pada susu induknya sebagai sumber nutrisi.

·         Kesehatan: Pada usia 1 minggu berat badannya seharusnya sudah dua kali lipat berat badannya ketika lahir, maka timbang lah secara berkala. Berat badan anak kucing pada usia ini terus menerus bertambah, hingga dapat mencapai 350-450 gram di minggu ke 4 hidupnya. Lingkungan yang hangat, bersih, dan nyaman masih diperlukan. Pada akhir minggu ke 4 bawa kucing ke dokter hewan untuk pemberian obat cacing pertamanya.

·         Perilaku: Anak kucing pada awal tahap neonatal masih menghabiskan waktunya untuk makan dan tidur, namun pada akhir tahap ini anak kucing sudah mampu melihat, mendengar, dan berjalan sehingga nalurinya yang ingin tahu tentang sekitarnya akan muncul dan ia akan mulai senang melihat-lihat dan berjalan-jalan di dalam tempat tinggalnya. Pastikan lingkungannya aman dari sudut yang tajam, benda kecil yang dapat tertelan, dan hal-hal lainnya yang dapat melukainya.

Inline Image 4

Usia 4-8 Minggu (Penyapihan)

Setelah 4 minggu eklusif menyusui dan bergantung dengan induknya, di akhir minggu ke 4 hingga minggu ke 8 adalah tahapan baru bagi anak kucing yaitu Weaning atau menyapih. Ini lah saatnya ia diperkenalkan dengan makanan selain susu induknya. Pada usia ini juga terjadi sebuah gap antara kekebalan tubuhnya yang belum sempurna dengan menurunnya dukungan kekebalan tubuh dari induknya. Maka memelihara kucing pada usia ini harus dilakukan dengan penuh perhatian.

Ciri-cirinya adalah kini rambutnya semakin panjang dan tebal (tergantung rasnya). Warna matanya sudah terlihat lebih jelas. Kakinya sudah kuat dan stabil. Ukuran anak kucing pada tahap pertumbuhan ini sudah melebihi telapak tangan manusia, tidak terlalu kecil lagi. Ia sudah dapat menyembunyikan kukunya ke dalam ruang di kakinya. Jumlah gigi yang tumbuh bertambah banyak dan yang sudah ada semakin berkembang.

·         Nutrisi: Anak kucing pada usia ini sudah dapat diperkenalkan dengan makanan bertekstur lembut / wet food. Biasanya ia akan tertarik memakan makanan yang dimakan induknya. Namun perlu diketahui bahwa sistem pencernaan anak kucing pada tahap menyapih ini belum berkembang sempurna, maka pastikan makanannya mudah dicerna, higienis, dan memenuhi kebutuhan nutrisi spesifiknya seperti Royal Canin Mother & Babycat Wet Mousse. Mulai sediakan air minum di dekat mangkuk makanannya.

·         Kesehatan: Anak kucing pada tahap pertumbuhan ini sangat rentan terhadap penyakit, karena kekebalan tubuhnya belum sempurna namun kekebalan tubuh yang diperoleh dari induknya melalui kolostrum sudah tidak setinggi sebelumnya lagi sehingga tidak cukup untuk melindunginya dari penyakit. Pastikan lingkungannya bersih, hangat, dan nyaman. Tidur dapat membantu perkembangan daya tahan tubuhnya. Pastikan berat badannya terus bertambah, dari 550-650 gram pada minggu ke 5 hingga 850-950 gram pada minggu ke 8. Pada akhir minggu ke 8 apabila kucing dalam keadaan sehat dan berat badannya terpenuhi, ia sudah boleh dipisahkan dari induknya untuk diadopsi, namun akan lebih ideal apabila adopsi dilakukan di tahap pertumbuhan selanjutnya saja. Periksakan kondisi kesehatannya ke dokter hewan dan bicarakan kemungkinan spay/neuter sebelum proses adopsi dilakukan.

·         Perilaku: Kucing pada usia ini senang bermain, berinteraksi dengan induk dan saudaranya, dan menjelajah. Ia juga sudah bisa dilatih untuk menggunakan litter box dengan mandiri. Jam tidurnya mulai sama dengan jam tidur kucing dewasa. Pada usia ini berinteraksilah dengan anak kucing secara lembut, berikan ia pengalaman positif tentang manusia dengan bermain bersama. Hal ini akan membentuk hubungan yang positif antara kucing dengan manusia.

Usia 2-4 Bulan (Pertumbuhan Intensif)

Pada usia ke 2-4 bulan anak kucing sudah terlihat lebih dewasa, padahal ia masih anak kucing. Tahap pertumbuhan ini disebut sebagai Pertumbuhan Intensif, dimana anak kucing akan siap untuk vaksinasi pertamanya, berada dalam usia ideal untuk adopsi, dan tergantung kondisi kesehatannya ia juga sudah dapat di spay/neuter. Anak kucing pada usia ini sudah tidak lagi bergantung pada induknya.

Ciri fisik anak kucing pada usia ini sudah mirip sekali dengan kucing dewasa, hanya saja ukurannya sedikit lebih kecil daripada kucing dewasa.

Nutrisi: Perlu diingat bahwa kebutuhan nutrisi pada tahap ini masih spesifik, dan masih ada beberapa nutrisi yang belum dapat dicernanya. Tetap gunakan makanan yang tinggi akan nutrisi dan kalori untuk tumbuh kembang yang sempurna. Kucing sudah boleh diperkenalkan dengan dry food seperti Royal Canin Mother & Baby Cat dan boleh juga mixed feeding antara makanan yang basah dan kering. Air minum harus selalu tersedia.

Kesehatan: Pada tahap pertumbuhan ini kucing sudah harus dibawa ke dokter hewan untuk memulai vaksinasi utamanya. Dokter hewan juga akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kesehatan anak kucing dan tumbuh kembangnya. Berat badan masih terus bertambah namun tidak lagi drastis. Konsultasikan mengenai penggunaan obat cacing secara berkala dengan dokter hewan untuk menemukan yang tepat bagi kucing Anda. Pada tahap pertumbuhan ini segala upaya pencegahan penyakit lebih baik daripada mengobati. Bicarakan kemungkinan spay/neuter dengan dokter hewan Anda. Anak kucing pada usia ini sudah ideal untuk diadopsi apabila kesehatannya baik.

Perilaku: Tahap pertumbuhan ini adalah tahap yang krusial bagi pelatihannya. Pada usia ini anak kucing mulai memahami tempatnya di rumah, termasuk hubungannya dengan manusia dan dengan hewan peliharaan lainnya. Berikan ia kasih sayang dan dukungan, berinteraksilah secara rutin, dan ajak ia bermain untuk membangun hubungan yang rukun dan positif dengannya.

Inline Image 5

Usia 4 Bulan dan Seterusnya (Pertumbuhan Berkelanjutan)

Anak kucing di usia 4 hingga 12 bulan berada di tahap Pertumbuhan Berkelanjutan. Pada tahap ini kematangan fisiknya hampir menyamai kucing dewasa. Di usia ini juga pubertas terjadi, sehingga kucing mulai menunjukan perilaku reproduksi dan berusaha untuk menjadi dominan apabila tinggal dengan kucing lain.

Pada usia ini anak kucing sudah hampir mencapai kematangan fisik penuh, sudah terlihat seperti kucing dewasa, dan perbedaan ukuran tidak lagi signifikan.

·         Nutrisi: Walau pertumbuhan badan sudah tidak secepat yang dulu, anak kucing tetap membutuhkan nutrisi yang tinggi dan mudah dicerna seperti Royal Canin Kitten. Untuk anak kucing dengan ras tertentu, dapat dicari juga makanan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik anak kucing ras tersebut. Perhatikan respons pertumbuhan dan kesehatannya terhadap perubahan makanan. Sediakan air minum selalu.

·         Kesehatan: Masa pubertas dimulai pada tahap pertumbuhan ini, maka bicarakan kemungkinan sterilisasi dengan dokter hewan. Program vaksinasi masih berlanjut. Perhatikan berat badan, pastikan kucing tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus. Lanjutkan program obat cacing yang sudah berjalan.

·         Perilaku: Karena masa pubertasnya sedang berlangsung, kucing akan mulai menunjukan perilaku reproduksi dan sikap menandai wilayahnya. Ia akan senang menempelkan tubuhnya ke benda-benda di sekitar rumah bahkan ke Anda, untuk menandai wilayahnya dengan aroma tubuhnya. Kucing jantan akan menandai wilayahnya dengan urinasi di sekitar rumah atau bahkan di beberapa tempat di dalam rumah. Kucing pada usia ini juga mulai menunjukan sikap dominasi dan melakukan penjelajahan lebih jauh lagi. Pada usia ini penting bagi manusia untuk menjaga rutinitas dan kebiasaan yang sudah dibangun sejak awal agar kedekatan dan kesan positif tetap terjaga dan juga untuk mencegah stress yang berlebihan pada anak kucing.

Jadi itu lah hal-hal yang harus diperhatikan dalam memelihara dan membesarkan anak kucing. Jika sudah diperhatikan dan disesuai serta dikonsultasikan ke dokter hewan, anak kucing akan tumbuh sehat dan menjadi kucing dewasa yang berperilaku baik dan riang. Jadi lah pemelihara hewan yang bertanggung jawab dan pastikan awal hidup kucing baik.
#StartOfLife #IAmResponsible .

Tentang Penulis

Bela merupakan mahasiswa tingkat tiga di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Selain kesibukannya sebagai Royal Canin Vet Student Ambassador 2019-2020, Bela juga aktif menjadi Mentor bagi mahasiswa asing FKH UGM dan berpartisipasi dalam kegiatan teater di kampus. Saat ada waktu luang, Bela senang membaca buku, menulis, dan melukis. Selain kecintaannya belajar tentang kucing, Bela juga senang belajar dan berdiskusi seputar self-improvement dan mental healthanimal behaviorveterinary educationmicrobiology, dan one healthFollow her journey through her blog: https://citrakida.wordpress.com/ and Instagram @belaca.
Content Block With Text And Image 2

Referensi

Alley Cat Allies. 2020. Kitten Progression: At-A-Glance. www.alleycat.org diakses pada Januari 2020.

Panduan Pemeliharaan Anak Kucing. PT. Royal Canin Indonesia.

Shaw, Hannah. 2019. Tiny but Mighty: Kitten Lady’s Guide to Saving the Most Vulnerable Felines. USA: Plume.