Membantu kucing dan anjing menjalani kehidupan yang paling sehat.

Di Masa Tua: Perlukah Hewan Senior Berolahraga? 

Perhatian khusus di masa tua

Hewan peliharaan merupakan salah satu teman hidup yang setia. Memelihara mereka tidak hanya sebatas usia anakan hingga dewasa saja. Keputusan mengadopsi harus disertai tanggung jawab akan kesejahteraan hingga akhir usia mereka.  Saat usia yang senior, di tahun-tahun akhir mereka, wajib hukumnya untuk lebih mengutamakan kualitas hidup mereka. Berbicara tentang kucing,  rata-rata kucing cenderung hidup hingga usia 15 tahun, tetapi ada juga yang hidup hingga usia 20 tahun – setara dengan sekitar 96 tahun dalam ukuran manusia. Umumnya, pada usia lanjut Anda akan mulai mendapati tanda-tanda eksternal penuaan pada kucing.  Untuk anjing,  mencapai tiga perempat dari ekspektasi masa hidupnya dianggap sebagai anjing yang menua. Kondisi penuaan ini harus diiringi dengan memberikan perhatian khusus pada hewan kesayangan untuk menjaga kualitas hidup mereka tetap baik.  

Content Block With Text And Image 1

Berbagai hal yang perlu diperhatikan

 Usia sangat mempengaruhi asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk hewan peliharaan, jelas sangat berbeda kebutuhan saat anakan dengan  usia  dewasa. Selain itu, juga harus diimbangi dengan kebutuhan khusus yang diakibatkan karena pertambahan umur, seperti rematik atau kebutuhan lainnya. Tentu hal ini berkaitan dengan energi yang masuk dan keluar saat hewan kesayangan menderita sebuah penyakit di usia tuanya, dan akan berpengaruh terhadap diet yang diberikan. 

Tips dalam melatih fisik

Berbicara energi yang keluar, erat kaitannya dengan aktifitas fisik. Usia hewan kesayangan yang semakin menua bukan berarti tidak membutuhkan exercise dalam kesehariannya. Justru dibutuhkan untuk mendukung kualitas hidup mereka semakin baik. Nah, untuk pemilik hewan yang memiliki peliharaan yang sudah tua/senior, ada beberapa tips  yang  perlu untuk disimak saat mengajak hewan kesayangannya latihan fisik.  

1. Intensitas dan Frekuensi Latihan

Hewan peliharaan memang perlu rutinitas exercise yang baik. Namun saat kondisi usia sudah menua, perlu latihan yang cukup dan tidak terlalu lama durasinya setiap latihan. Untuk hal ini  perlu dituntut teliti untuk mengamati kondisi mereka saat latihan, jangan paksa mereka melakukan aktivitas diluar batas kemampuannya. Lebih baik perlahan-lahan supaya tetap aman, dan untuk anjing yang memiliki kebutuhan khusus seperti gangguan jantung atau paru-paru, silahkan konsultasi dengan dokter hewan mengenai intensitas dan frekuensi latihan yang sesuai.

2. Lingkungan dan Area Latihan

Memperhatikan tempat yang tepat saat melakukan exercise adalah hal yang sangat penting. Pertama, carilah kondisi lingkungan yang tidak panas maupun dingin. Contohnya untuk melakukan jalan-jalan pendek, idealnya dilakukan saat pagi atau sore hari, dimana suhu lingkungan cenderung lebih nyaman dan tidak membuat hewan kesayangan mengalami stress karena suhu yang drastis. Kemudian pilihlah area yang masih dapat dipantau, terutama untuk anjing dan kucing yang memiliki gangguan mata atau telinga.

3. Variasi Metode Latihan

Tetap dalam prinsip “memperhatikan batas kemampuan”. Beberapa jenis kucing dan anjing tertentu memang sudah telahir dengan membawa sifatnya yang aktif. Namun, beberapa spesies lainnya bisa saja membutuhkan perlakuan atau mainan khusus untuk membangkitkan nafsu bermainnya . Pilihlah metode latihan yang membuat mereka tidak harus melampaui batas kemampuan, takutnya bukan memberikan dampak baik, malah membuat mereka mengalami cidera setelah berolahraga. Apapun latihan fisik yang biasa dilakukan, seperti hide and seek, mengejar mainan, atau hanya sekedar jalan-jalan sore. Pastikan exercise yang diberikan membuat mereka merasa bahagia dan menyenangkan. Tentu,  juga akan memberikan dampak yang baik untuk psikologis hewan kesayangan. 

Penting untuk ke dokter hewan

Tips-tips di atas hanya bersifat sia-sia jika pemilik hewan tidak mengetahui kondisi kesehatan hewan kesayangannya secara benar. Oleh karena itu tetap dibutuhkan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk mengetahui kebutuhan khusus dan mengatur strategi dalam melakukan latihan fisik yang tepat. Sehingga penting untuk berkonsultasi ke dokter hewan saat   pemilik hewan sudah melihat tanda-tanda penuaan dan perubahan perilaku pada hewan peliharaan.   Adopsi di Sini
Content Block With Text And Image 2

Tentang Penulis

Ryanka Edila, Universitas Airlangga

Ryanka Edila, saat ini merupakan mahasiswa tingkat tiga di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Saat ini Ryanka disibukan sebagai Royal Canin Vet Student Ambassador 2020-2021. Sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas, Ryanka aktif menyuarakan campaign dalam rangka  pembangunan berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan SDGs, terutama tentang lingkungan dan dampaknya. Saat ada waktu luang, Ryanka senang membaca buku dan menulis. Tulisannya rutin dimuat di laman online www.vetudjoeh.com, sebuah proyek menulis bersama VSA lainnya dari berbagai universitas di Indonesia. . Follow his journey through his  Instagram @yankae
Content Block With Text And Image 4

Referensi

Clark, J. Derrell, et al. "Housing and exercise of dogs: effects on behavior, immune function, and cortisol concentration." Comparative Medicine 47.5 (1997): 500-510. 
 
https://www.royalcanin.com/id/dogs/health-and-wellbeing/signs-your-dog-is-getting-old 
 

Artikel Terkait
Adult dog lying down in a kitchen.

​10 makanan beracun yang tidak boleh diberikan kepada anjing

(oleh @widyahpsr) Penghargaan dan Hukuman untuk Anak Anjing

Anjing Great Dane dewasa berdiri di taman, minum dari mangkuk perak.

​Bagaimana masalah uriner pada anjing diobati?